
JAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi membuka Perpustakaan Ranggawarsita di Gedung E lantai 1 Kemenbud, Senayan, Jakarta. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat dokumentasi, riset, dan penyebarluasan pengetahuan terkait kebudayaan Indonesia.
Peresmian perpustakaan khusus tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengelolaan warisan intelektual bangsa. Berbagai koleksi seperti buku, hasil penelitian, transliterasi naskah, katalog, hingga publikasi kebudayaan pemerintah akan dihimpun dalam satu sistem agar lebih mudah diakses masyarakat.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari kebutuhan untuk mengintegrasikan berbagai publikasi kebudayaan yang sebelumnya tersebar di sejumlah tempat.
Menurutnya, koleksi tersebut tidak cukup hanya disimpan sebagai arsip, tetapi harus dikembangkan menjadi sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, akademisi, maupun generasi muda.
"Kami ingin menjadikan berbagai publikasi kebudayaan sebagai pengetahuan yang hidup, bukan sekadar dokumen yang tersimpan. Masyarakat harus bisa mengakses dan memanfaatkannya untuk pembelajaran serta pengembangan gagasan baru," ujar Fadli.
Ia menjelaskan, Kemenbud akan terus melakukan digitalisasi koleksi serta menghubungkan berbagai publikasi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) kebudayaan di daerah. Langkah tersebut diharapkan membangun ekosistem informasi kebudayaan yang lebih terpadu.
Perpustakaan Ranggawarsita nantinya diarahkan menjadi ruang belajar, pusat penelitian, sekaligus rujukan bagi masyarakat yang ingin memahami perjalanan kebudayaan Indonesia dari masa ke masa.
Kepala Perpustakaan Nasional RI E. Aminudin Aziz mengapresiasi langkah Kemenbud tersebut. Ia menilai perpustakaan memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan pengetahuan bangsa.
Menurutnya, perpustakaan modern tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Perpustakaan Nasional juga menyatakan siap memberikan pendampingan melalui pembinaan kelembagaan, peningkatan kapasitas pustakawan, serta penguatan layanan agar pengelolaan Perpustakaan Ranggawarsita berjalan secara profesional.
Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito menilai keberadaan perpustakaan tersebut dapat memperkuat pelestarian memori kolektif bangsa.
Ia menyebut arsip dan perpustakaan memiliki hubungan yang saling melengkapi karena sama-sama berperan menjaga sumber pengetahuan yang dapat digunakan untuk pendidikan, penelitian, dan inovasi.
Nama Ranggawarsita dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Ngabehi Ranggawarsita, salah satu pujangga besar Nusantara. Dalam acara peresmian, Kemenbud juga menerima Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional sebagai bagian dari penguatan tata kelola.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Sekretaris Jenderal Kemenbud Bambang Wibawarta, jajaran pejabat Kemenbud, serta perwakilan Perpustakaan Nasional dan ANRI.
Kehadiran Perpustakaan Ranggawarsita diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan memperkuat pelestarian kebudayaan Indonesia.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |