
ENDE - Video keributan yang melibatkan Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso, dan anggota DPRD Hieronimus Irwan Kila Pelo viral di media sosial. Keduanya terlihat terlibat perselisihan hingga terjadi aksi adu fisik di tengah agenda DPRD.
Peristiwa tersebut terjadi di ruang rapat paripurna DPRD Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat pembahasan APBD Perubahan 2026 berlangsung.
Dalam video yang beredar, suasana rapat terlihat memanas. Kedua legislator tampak saling berhadapan dan terlibat adu argumen sebelum akhirnya terjadi kontak fisik.
Sejumlah orang yang berada di dalam ruangan langsung berusaha melerai keduanya. Keributan tersebut akhirnya dapat dihentikan dan situasi kembali terkendali.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Ende, Ansel Kaise, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, penyebab pasti perselisihan antara kedua anggota DPRD itu belum diketahui secara jelas.
Persoalan tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum. Hieronimus dilaporkan telah mendatangi Polres Ende untuk membuat laporan terkait dugaan pemukulan yang dialaminya.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian.
"Masih proses penyelidikan, kita lengkapi alat buktinya dan sementara kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi," ujar Yudhi.
Insiden tersebut menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan DPRD saat agenda resmi lembaga legislatif berlangsung. Rekaman keributan yang tersebar di media sosial pun memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Polisi masih mendalami penyebab awal perselisihan, kronologi kejadian, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam insiden tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |