
JAKARTA - Negara-negara Asia Tenggara kembali menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya tantangan keamanan, mulai dari dampak konflik global hingga ketegangan perbatasan dan isu energi.
Sekretaris Jenderal ASEAN Dr Kao Kim Hourn menekankan pentingnya penguatan kerja sama politik-keamanan antarnegara anggota untuk menghadapi situasi global yang semakin tidak pasti.
“ASEAN perlu terus memperkuat solidaritas dan mekanisme kerja sama agar mampu merespons dinamika geopolitik yang berdampak langsung pada keamanan kawasan,” ujar Kao dalam keterangannya di laman resmi ASEAN.
Selain itu, pembahasan keamanan kawasan juga dipengaruhi oleh meningkatnya risiko krisis energi global, yang menjadi perhatian utama dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi ASEAN tahun ini. Laporan lembaga energi internasional mencatat bahwa ketergantungan Asia Tenggara terhadap impor energi membuat kawasan ini rentan terhadap gejolak geopolitik luar negeri.
Sementara itu, dinamika politik di kawasan juga masih dipengaruhi oleh situasi Myanmar. Dalam perkembangan terbaru, pemimpin Myanmar Min Aung Hlaing dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Laos, yang dinilai sebagai langkah baru keterlibatan diplomatik negara tersebut di ASEAN setelah sebelumnya mengalami isolasi politik.
Pengamat keamanan regional menilai bahwa meningkatnya intensitas diplomasi dan kerja sama ini menunjukkan upaya ASEAN menjaga keseimbangan antara stabilitas politik, keamanan perbatasan, dan ketahanan energi di tengah ketidakpastian global.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |