
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa program BPJS Kesehatan merupakan bentuk sistem gotong royong dalam pembiayaan layanan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Dalam keterangannya, Muhaimin menjelaskan bahwa iuran peserta BPJS digunakan secara kolektif untuk membantu pembiayaan pasien yang membutuhkan perawatan medis mahal, seperti hemodialisis atau cuci darah.
“BPJS ini adalah model gotong royong. Satu pasien cuci darah sekali ditanggung oleh iuran sekitar 15 peserta lain,” ujar Muhaimin dalam sebuah acara di Jakarta Barat.
Ia mencontohkan bahwa dalam skema tersebut, pembiayaan pasien penyakit kronis seperti gagal ginjal membutuhkan kontribusi dari banyak peserta aktif. Bahkan, ia menyebut sekitar 120 orang peserta dapat menopang biaya cuci darah seorang pasien dalam satu bulan perawatan rutin.
Menurut Muhaimin, konsep ini menunjukkan bahwa BPJS bukan sekadar sistem asuransi, tetapi mekanisme solidaritas sosial yang melibatkan seluruh peserta dan dukungan pemerintah.
Selain dari iuran peserta, pemerintah juga turut menanggung sebagian besar biaya melalui skema bantuan iuran bagi jutaan peserta penerima bantuan iuran (PBI), dengan nilai anggaran triliunan rupiah setiap tahunnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sistem ini agar tetap berjalan efektif, terutama bagi pasien dengan penyakit katastropik yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
“Ini adalah raksasa gotong royong yang harus terus kita jaga agar masyarakat yang sakit tetap bisa tertolong,” tambahnya.
Pemerintah juga disebut terus memperkuat data kepesertaan dan koordinasi antar kementerian untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta layanan kesehatan tetap berjalan optimal.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |