
TEHERAN - Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran dengan menyerang sekitar 140 sasaran yang disebut berkaitan dengan kemampuan pertahanan dan ofensif Teheran. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas insiden yang melibatkan kapal komersial di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut serangan dilakukan menggunakan amunisi presisi yang ditembakkan dari pesawat tempur berbasis darat dan laut, drone, serta kapal perang Angkatan Laut AS.
Sasaran operasi meliputi lokasi peluncuran rudal dan drone, fasilitas penyimpanan amunisi, aset angkatan laut, jaringan komunikasi, hingga titik pengawasan di wilayah pesisir. Menurut CENTCOM, sepanjang tiga malam operasi terakhir, lebih dari 300 target militer telah diserang.
Militer AS menyatakan rangkaian serangan tersebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran sipil dan kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan internasional.
Sebelumnya, CENTCOM menjelaskan bahwa operasi terbaru dilakukan setelah adanya serangan terhadap kapal kontainer yang melintas di kawasan tersebut. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya melepaskan tembakan peringatan kepada sebuah kapal yang disebut menggunakan jalur pelayaran yang tidak resmi saat melintasi Selat Hormuz.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah pun kembali meningkat menyusul aksi saling respons yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |