
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memutuskan untuk tidak memperpanjang kesepakatan perdagangan trilateral USMCA yang melibatkan Kanada dan Meksiko. Keputusan ini membuka ruang negosiasi ulang yang lebih ketat antara ketiga negara Amerika Utara tersebut.
USMCA, yang sebelumnya menggantikan NAFTA dan mulai berlaku pada 2020, sejatinya masih dapat berjalan dalam jangka waktu tertentu. Namun, langkah Washington untuk tidak memperpanjang kesepakatan dalam bentuk saat ini memberi sinyal perubahan arah kebijakan dagang yang lebih proteksionis.
Seorang pejabat pemerintah AS menyebut keputusan tersebut diambil karena masih adanya sejumlah persoalan dalam implementasi perjanjian, terutama terkait defisit perdagangan yang dinilai merugikan Amerika Serikat.
Pemerintah AS menilai ketidakseimbangan perdagangan dengan Kanada dan Meksiko perlu diperbaiki melalui evaluasi dan penyesuaian aturan yang lebih ketat. Washington juga menegaskan akan terus berkomunikasi dengan kedua negara untuk membahas kelemahan dalam perjanjian tersebut.
Kepala Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan ketimpangan perdagangan terus berlanjut dan akan mendorong perundingan lanjutan dengan mitra dagang di Amerika Utara.
Sebelumnya, Presiden Trump beberapa kali mengkritik hubungan dagang dengan Kanada dan Meksiko, serta menilai Amerika Serikat belum memperoleh keuntungan yang seimbang dari kerja sama tersebut. Ia juga sempat mengisyaratkan kemungkinan perubahan kebijakan tarif impor sebagai bagian dari strategi perdagangan yang lebih agresif.
Langkah ini diperkirakan akan memicu babak baru negosiasi dagang di kawasan Amerika Utara, di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi global dan kebijakan proteksionisme yang kembali menguat di Amerika Serikat.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |