
NIGERIA - Sebuah laporan dari Observatory for Religious Freedom in Africa (ORFA) menyoroti perubahan pola kekerasan di Nigeria dengan menyatakan bahwa kelompok milisi Fulani bersenjata menjadi salah satu aktor utama yang bertanggung jawab atas tingginya angka korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan penelitian selama enam tahun, laporan tersebut mencatat bahwa kekerasan terkait terorisme di Nigeria menyebabkan puluhan ribu kematian sejak 2019 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, sebagian besar korban adalah warga sipil. Temuan ORFA menyebutkan bahwa serangan yang dikaitkan dengan jaringan milisi Fulani menyumbang proporsi kematian yang lebih besar dibandingkan kelompok teroris seperti Boko Haram dan Islamic State West Africa Province (ISWAP) jika digabungkan.
Data tersebut menantang pandangan umum bahwa Boko Haram dan ISWAP selalu menjadi ancaman terbesar di Nigeria. Para peneliti berpendapat bahwa perhatian internasional sering lebih terfokus pada kelompok teroris yang terkenal secara global, sementara aktivitas kelompok bersenjata lokal dengan jaringan yang lebih luas kurang mendapatkan sorotan.
Laporan itu juga mengangkat isu mengenai dampak kekerasan terhadap komunitas Kristen di Nigeria. Kelompok advokasi kebebasan beragama menyatakan bahwa banyak komunitas Kristen di wilayah Middle Belt mengalami serangan, pembunuhan, dan penculikan. Namun, konflik di Nigeria memiliki banyak faktor yang saling berkaitan, termasuk perebutan lahan, ketegangan etnis, lemahnya keamanan, serta aktivitas berbagai kelompok bersenjata.
Sejumlah organisasi internasional yang memantau kebebasan beragama mendesak pemerintah Nigeria dan komunitas global untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap perlindungan warga sipil. Mereka menilai bahwa pendekatan keamanan harus mencakup seluruh pelaku kekerasan, bukan hanya kelompok teroris yang sudah dikenal luas.
Meski laporan tersebut memberikan gambaran penting mengenai skala kekerasan, situasi di Nigeria tetap menjadi persoalan kompleks yang melibatkan faktor agama, politik, ekonomi, dan sosial. Upaya penyelesaian membutuhkan penyelidikan yang menyeluruh, perlindungan terhadap semua kelompok masyarakat, serta langkah nyata untuk mengurangi kekerasan terhadap warga sipil.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |