
BEIJING - Lebih dari 900 ribu warga dievakuasi dari rumah mereka di China seiring semakin dekatnya Topan Bavi yang diperkirakan akan menghantam wilayah timur negara tersebut.
Berdasarkan laporan AFP, Sabtu (11/7/2026), Topan Bavi diperkirakan mendarat pada Minggu (12/7/2026) pagi di sekitar Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Hingga Jumat malam waktu setempat, pemerintah Wenzhou telah mengevakuasi 887.801 warga sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak terburuk.
Sebelumnya, cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan dan tengah China telah menewaskan sedikitnya 39 orang. Bencana tersebut juga menyebabkan puluhan sungai meluap dan sejumlah bendungan jebol.
Pemerintah setempat menyatakan seluruh upaya mitigasi dilakukan secara maksimal untuk melindungi masyarakat. Warga turut memperkuat bangunan, termasuk memasang pelindung pada jendela dan memperkokoh penutup toko, guna mengurangi risiko kerusakan akibat terpaan angin kencang.
Topan Bavi diperkirakan membawa hujan dengan intensitas sangat lebat ke wilayah timur Zhejiang dan timur laut Provinsi Fujian.
Di Taiwan, dampak Topan Bavi juga mulai dirasakan. Lebih dari 14.000 warga telah dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan lebih dari 170.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Sebagian besar aktivitas masyarakat di Taiwan utara terhenti akibat cuaca buruk.
Bavi sebelumnya berstatus topan super saat melintasi Guam dan Kepulauan Mariana Utara. Namun, menurut Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA), kekuatannya telah melemah menjadi topan dengan kecepatan angin maksimum 137 kilometer per jam dan hembusan angin mencapai 173 kilometer per jam.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |