
JAKARTA -Aktivitas kapal pemerintah China di sekitar wilayah Taiwan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat Taipei meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya upaya pembatasan akses jalur laut strategis yang menghubungkan Taiwan dengan negara-negara mitranya di kawasan Pasifik.
Berdasarkan data Penjaga Pantai Taiwan, sebanyak 55 kapal pemerintah China, termasuk kapal penjaga pantai dan kapal penelitian, terpantau beroperasi di sekitar Taiwan sepanjang Juni 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebanyak 30 kapal, serta naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan 25 kapal.
Peningkatan aktivitas itu dinilai sebagai bagian dari tekanan Beijing terhadap Taiwan. Otoritas Taiwan menyebut pola pergerakan kapal China menunjukkan meningkatnya peran armada penjaga pantai dalam memperkuat klaim wilayah Beijing.
Seorang pejabat senior Penjaga Pantai Taiwan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terjadinya situasi yang menyerupai blokade atau konflik terbatas.
"Jika situasi berkembang menjadi blokade atau kondisi yang mendekati perang semu, kami memiliki rencana untuk bekerja sama dengan angkatan laut guna menjaga jalur laut penting Taiwan," ujarnya, dikutip dari Reuters.
Taipei juga menyebut strategi China tersebut sebagai bentuk lawfare atau penggunaan pendekatan hukum untuk memperkuat klaim dan aktivitas di wilayah yang disengketakan.
Menurut pejabat Taiwan, sejumlah kapal penjaga pantai China memiliki kemampuan yang lebih besar karena sebagian di antaranya merupakan bekas kapal militer yang telah dialihkan fungsi. Kapal-kapal tersebut dinilai memiliki ukuran, daya tahan, serta kemampuan operasional yang lebih tinggi dibandingkan armada penjaga pantai Taiwan.
Selain meningkatkan patroli, kapal China disebut mulai melakukan aktivitas komunikasi dengan kapal-kapal dagang di sekitar wilayah tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kapal komersial yang mengubah rute pelayarannya akibat tindakan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Taiwan mengirimkan pesan radio kepada kapal dagang agar tetap mengikuti jalur pelayaran normal dan tidak mengikuti instruksi dari pihak yang dianggap tidak memiliki kewenangan.
"Mereka mengetahui bahwa mereka belum memiliki yurisdiksi, sehingga mereka mencoba menciptakan kondisi baru," kata pejabat Taiwan lainnya.
Hingga kini, pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi terkait peningkatan aktivitas tersebut. Beijing tetap berpegang pada klaim bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya, sementara Taipei menyatakan masa depan pulau tersebut harus ditentukan oleh masyarakat Taiwan sendiri.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |