
MOSKOW - Pemerintah Rusia mengirimkan lebih dari 7.000 alat tes untuk mendeteksi virus Ebola ke sejumlah negara di Afrika sebagai bagian dari upaya pencegahan potensi krisis kesehatan global.
Menurut badan pengawas kesehatan konsumen dan kesejahteraan masyarakat federal Rusia, Rospotrebnadzor, langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman wabah baru Ebola yang disebabkan oleh strain Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.
Dalam pernyataannya, Rospotrebnadzor menyebut bahwa mereka termasuk salah satu lembaga pertama di dunia yang berhasil mengembangkan serta mengorganisasi produksi alat tes PCR untuk mendeteksi varian virus tersebut hanya dalam waktu empat hari.
“Secara keseluruhan, lebih dari 7.000 alat tes telah disalurkan ke negara-negara Afrika,” demikian pernyataan lembaga tersebut pada Sabtu (20/6/2026).
Selain ke Afrika, sistem pengujian yang dikembangkan Rusia juga dilaporkan telah diserahkan ke Korea Utara dan Turkmenistan sebagai bagian dari kerja sama kesehatan internasional.
Lebih lanjut, para ahli dari Rusia dan Uganda telah melakukan lebih dari 1.500 penelitian terhadap sampel biologis pasien Ebola serta individu yang diduga terinfeksi. Penelitian ini dilakukan untuk memperkuat deteksi dini dan pengendalian penyebaran virus di wilayah terdampak.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya global dalam mempercepat respons terhadap ancaman penyakit menular berbahaya, khususnya Ebola, yang masih berpotensi menimbulkan wabah di beberapa negara Afrika.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |