ESC : ( Tutup Form )

Menkes Usulkan Perubahan Prioritas Program MBG, Fokus ke Ibu Hamil dan Balita untuk Tekan Stunting


Rabu, 24  Juni  2026 - 08:00 WIB

Menkes Usulkan Perubahan Prioritas Program MBG, Fokus ke Ibu Hamil dan Balita untuk Tekan Stunting
Foto Berita

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendorong adanya penyesuaian prioritas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai, untuk menurunkan angka stunting secara efektif, kelompok sasaran utama sebaiknya difokuskan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.


Program MBG yang telah berjalan lebih dari satu tahun merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional pemerintah dengan tujuan meningkatkan status gizi masyarakat dan menekan angka stunting di berbagai daerah.


Namun, sejumlah pihak menyoroti distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum sepenuhnya menyasar wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.


Di sisi lain, data dari Dinas Kesehatan Sanggau menunjukkan bahwa angka stunting di daerah tersebut justru mengalami fluktuasi. Setelah sempat turun dari 21,48 persen pada 2024 menjadi 20,50 persen pada 2025, angka tersebut kembali naik menjadi 21,82 persen pada triwulan pertama 2026.


Menanggapi hal itu, Menkes Budi menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan melalui program makan bergizi saja. Ia menekankan pentingnya intervensi gizi sejak masa awal kehidupan.


Ia menyebut kelompok yang paling krusial dalam pencegahan stunting adalah ibu hamil, ibu menyusui hingga dua tahun pertama, serta anak usia balita yang berada pada fase emas pertumbuhan.


“Kalau ibu hamil kekurangan gizi, dampaknya akan panjang ke kesehatan anak. Karena itu intervensi sejak awal sangat penting,” ujar Budi.


Budi juga menyampaikan telah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempertimbangkan penguatan fokus program MBG pada ibu hamil. Menurutnya, perbaikan gizi pada fase kehamilan dan awal kehidupan anak jauh lebih menentukan dalam menekan risiko stunting dibandingkan intervensi saat anak sudah memasuki usia sekolah.


Ia menambahkan, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap efektivitas MBG di lingkungan sekolah. Meski tidak menolak program tersebut, ia menilai prioritas intervensi harus berbasis kebutuhan kesehatan masyarakat.


Saat ini, pemerintah masih melakukan evaluasi berbasis data untuk mengukur dampak MBG terhadap penurunan angka stunting. Evaluasi tersebut dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi yang menunjukkan penurunan signifikan angka stunting yang secara langsung dikaitkan dengan program MBG. Pemerintah menyatakan hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan kebijakan ke depan.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com