
AFSEL - Pemerintah Afrika Selatan menegaskan bahwa layanan pengobatan HIV/AIDS di negaranya tidak akan terganggu meski pendanaan dari Rencana Darurat Presiden AS untuk Bantuan AIDS (PEPFAR) resmi dihentikan.
Departemen Kesehatan Afrika Selatan menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait penghentian pendanaan tersebut. Meski demikian, otoritas kesehatan memastikan bahwa sistem layanan publik tetap berjalan normal dan dapat diakses oleh masyarakat.
Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal, termasuk strategi transisi dan peningkatan kemandirian dalam pembiayaan program kesehatan. Rencana ini disebut telah disusun sejak terjadi pembekuan bantuan luar negeri dan perubahan kebijakan pendanaan sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Departemen Kesehatan menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena layanan kesehatan, termasuk pengobatan HIV/AIDS, tetap tersedia di fasilitas kesehatan publik. Klinik-klinik yang sebelumnya mendapat dukungan pendanaan PEPFAR juga disebut telah diintegrasikan ke dalam sistem layanan nasional.
Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait HIV/AIDS. Agenda tersebut diperkirakan akan membahas dampak global dari perubahan pendanaan serta strategi keberlanjutan penanganan HIV/AIDS di berbagai negara.
Afrika Selatan sendiri selama ini menjadi salah satu negara dengan beban kasus HIV/AIDS tertinggi di dunia, sehingga keberlanjutan layanan kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |