
JAKARTA - Tren gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan dinilai dapat menjadi peluang baru bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Irene Umar mengatakan konsep wellness dapat dikembangkan menjadi produk maupun pengalaman yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Irene, wellness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Konsep tersebut juga mencakup keseimbangan antara jiwa dan raga, pola hidup, hingga berbagai ritual yang berkembang di tengah masyarakat.
Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor tersebut karena didukung kekayaan budaya dan beragam produk lokal. Salah satunya adalah jamu serta minuman tradisional yang dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman wellness.
“Gaya hidup kita terus berubah, dan perhatian terhadap kesehatan semakin meningkat. Kita bisa melihat bagaimana jamu dan berbagai minuman yang ada di sini menjadi bagian dari wellness,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Potensi tersebut turut ditampilkan dalam Festival Merah Putih yang menggabungkan sejumlah subsektor ekonomi kreatif melalui tiga pilar, yakni Raga, Rasa, dan Raya.
Berbagai kegiatan digelar dalam festival tersebut, mulai dari 5K Fun Walk, kuliner, apresiasi kopi dan teh, bazar produk lokal, pertunjukan seni, hingga permainan tradisional.
Irene menilai kegiatan semacam ini dapat mempertemukan komunitas, pelaku usaha kreatif, generasi muda, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku lokal.
Managing Director Bimasena Adriel Simorangkir mengatakan Festival Merah Putih tidak hanya ditujukan sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif lokal.
“Festival ini kami buat bukan cuma sekadar untuk perayaan saja, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif lokal dan mengajak generasi muda semakin mencintai serta melestarikan budaya Nusantara,” kata Adriel.
Selain bazar kuliner dan produk lokal, festival tersebut menghadirkan pertunjukan seni, live art painting, serta sejumlah kegiatan yang melibatkan komunitas dan generasi muda.
Irene berharap pengembangan ekonomi kreatif berbasis wellness dapat mendorong kekayaan budaya dan gaya hidup lokal menjadi produk serta pengalaman bernilai tambah yang mampu menjangkau pasar lebih luas.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |