ESC : ( Tutup Form )

Tragedi Tribun VIP Kejurnas Drift Purwokerto, 90 Penonton Jadi Korban dan Polisi Mulai Investigasi


Senin, 27  Juli  2026 - 16:45 WIB

Tragedi Tribun VIP Kejurnas Drift Purwokerto, 90 Penonton Jadi Korban dan Polisi Mulai Investigasi
Foto Berita

PURWOKERTO - Insiden ambruknya tribun penonton dalam ajang Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di Kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menyebabkan puluhan penonton mengalami luka. Hingga Senin (27/7/2026), jumlah korban yang mendapat penanganan medis tercatat mencapai 90 orang.


Informasi mengenai jumlah korban tersebut disampaikan oleh pihak penyelenggara melalui keterangan resmi yang dibagikan di media sosial Speed Fest. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa proses penanganan melibatkan lebih dari 20 unit ambulans dan korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.


Sebanyak 11 rumah sakit menjadi tempat rujukan untuk menangani para korban. Pihak penyelenggara menyatakan seluruh korban telah menerima perawatan medis sesuai tingkat cedera yang dialami.


Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama panitia pelaksana dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) terus melakukan koordinasi terkait kondisi korban. Bupati Banyumas bersama pihak terkait juga mendatangi para korban dan keluarga mereka untuk memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara maksimal.


Melalui pernyataan resminya, penyelenggara menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut dan berharap seluruh korban segera pulih. Mereka juga meminta dukungan serta doa dari berbagai pihak selama proses pemulihan berlangsung.


Peristiwa robohnya tribun VIP terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB ketika pertandingan drift masih berlangsung. Tribun yang berada di sisi lintasan balap tiba-tiba mengalami keruntuhan sehingga membuat suasana acara berubah menjadi kepanikan.


Aksi para pembalap langsung dihentikan agar petugas dapat melakukan evakuasi terhadap penonton yang terdampak. Sejumlah korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.


Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Umi (38), mengaku sempat mendengar suara aneh sebelum tribun jatuh. Menurutnya, terdengar bunyi seperti gesekan atau decitan beberapa saat sebelum kursi tribun roboh.


"Awalnya terdengar suara berdecit, lalu tiba-tiba tribun langsung roboh," ujar Umi saat berada di lokasi kejadian.


Kesaksian lain disampaikan oleh Agus, seorang penonton yang berada di area tribun. Ia mengatakan kondisi tribun sempat terasa bergerak sejak awal acara.


Menurut Agus, saat prosesi pembukaan seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars IMI, tribun sudah mengalami pergerakan. Namun setelah itu kondisi kembali terlihat normal.


Situasi berubah ketika panitia membagikan merchandise kepada penonton. Banyak pengunjung berdiri dan berpindah tempat untuk mendapatkan hadiah yang dilemparkan dari area acara. Pergerakan penonton tersebut membuat tribun kembali bergoyang sebelum akhirnya runtuh.


Tribun VIP dengan ketinggian sekitar 3,5 meter tersebut roboh ke arah selatan. Penonton yang berada di bagian bawah menjadi pihak yang paling terdampak karena tertimpa orang maupun bagian tribun yang jatuh.


Setelah kejadian, suasana di lokasi menjadi kacau. Teriakan panik terdengar ketika penonton berusaha menyelamatkan diri dan membantu korban yang terjebak.


Sebelumnya, Bupati Banyumas menyebut jumlah korban awal yang tercatat mencapai 75 orang dengan kategori luka ringan hingga berat. Para korban kemudian mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit, termasuk fasilitas kesehatan di wilayah Banyumas.


Pasca kejadian tersebut, gelaran Kejurnas Drift Speed Fest dihentikan. Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan akan ikut bertanggung jawab atas penanganan dampak insiden tersebut meskipun posisi daerah hanya sebagai tuan rumah kegiatan.


Pemerintah daerah bersama panitia dan IMI memastikan proses pendampingan terhadap korban terus dilakukan.


Sementara itu, Polresta Banyumas mulai melakukan penyelidikan terkait penyebab ambruknya tribun. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dan bukti yang diperlukan.


Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk apakah terdapat unsur kelalaian dalam pembangunan maupun penggunaan tribun tersebut.


Menurutnya, keamanan fasilitas pendukung dalam sebuah acara besar harus menjadi perhatian utama. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada kegiatan lain.


Pihak kepolisian juga akan memeriksa berbagai aspek yang berkaitan dengan insiden, termasuk standar keamanan struktur tribun dan tanggung jawab pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com