
JAKARTA - Pemerintah meningkatkan secara signifikan target program bedah rumah pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan program tersebut ditargetkan mencapai 400.000 unit rumah sepanjang tahun ini.
Target tersebut meningkat tajam dibandingkan capaian 2025 yang berada di kisaran 45.000 rumah.
Maruarar mengatakan lonjakan target membuat pemerintah harus menggunakan pola kerja dan strategi yang berbeda. Menurutnya, pelaksanaan program tidak lagi sekadar menambah jumlah penerima, tetapi harus mampu meningkatkan kapasitas hingga berkali-kali lipat.
"Contoh bagaimana mengeksekusi tahun lalu hanya 45.000 rumah yang dibedah. Tahun ini 400.000 rumah. Jadi ini bukan deret tambah, sudah deret kali," ujar Maruarar di Kantor Kementerian PANRB, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Ia mencontohkan, pemerintah tidak dapat menggunakan pendekatan tahun sebelumnya dengan sekadar menambahkan sejumlah unit baru. Skala pekerjaan yang jauh lebih besar membutuhkan mekanisme pelaksanaan yang disesuaikan.
"Bukan 45.000 tambah 100.000, jadi 105 ribu, tapi 45.000 kali 8. Nanti tentu memerlukan suatu strategi yang berbeda," katanya.
Selain memperluas program bedah rumah, Kementerian PKP juga menjalankan program gentengisasi yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Maruarar menyebut produksi genteng dari pelaku UMKM di Majalengka diproyeksikan mencapai 2,4 juta unit. Produk tersebut rencananya akan dikirim menggunakan sekitar 600 truk pada November mendatang.
"Kalau di Majalengka, UMKM semua. Itu 2,4 juta genteng, itu 600 truk," ujar Maruarar.
Menurutnya, pengembangan program dengan skala besar membutuhkan dukungan pembiayaan sekaligus tata kelola organisasi yang memadai. Pemerintah pun masih melakukan konsultasi mengenai kebutuhan tersebut, termasuk kemungkinan membentuk Badan Layanan Umum (BLU). "Jadi sangat memerlukan BLU," tegasnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan pemerintah juga tengah membahas penguatan struktur organisasi Kementerian PKP.
Langkah tersebut diperlukan karena kementerian mendapat sejumlah tambahan tugas di bidang perumahan yang perlu diikuti dengan kesiapan organisasi dan layanan.
Rini menyebut pembahasan tersebut masih berjalan dan belum menghasilkan keputusan akhir. Pemerintah masih mengevaluasi kebutuhan organisasi agar Kementerian PKP mampu menjalankan berbagai program tambahan yang telah diberikan.
Dengan target 400.000 unit, program bedah rumah tahun ini menjadi salah satu agenda besar pemerintah di sektor perumahan. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang lebih layak sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku UMKM.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |