ESC : ( Tutup Form )

Festival Senandung Melayu Meranti Jadi Ruang Regenerasi Seni dan Budaya


Senin, 21  September  2026 - 23:11 WIB

Festival Senandung Melayu Meranti Jadi Ruang Regenerasi Seni dan Budaya
Foto Berita

SELATPANJANG - Upaya mengenalkan sekaligus meneruskan seni Melayu kepada generasi muda terus dilakukan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satunya melalui Festival Senandung Melayu yang tahun ini melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah tingkat SMA/MA sederajat.


Festival tersebut digelar di Balai Adat LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Minggu (20/9/2026). Kegiatan dibuka Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Atan Ibrahim.


Sebanyak 22 pelajar dari 11 SMA/MA sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti ambil bagian dalam festival tersebut. Peserta terdiri dari 12 perempuan dan 10 laki-laki.


Dalam sambutannya, Atan Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada LAMR, panitia, seniman, budayawan, pihak sekolah serta seluruh unsur yang berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.


Menurut Atan, keberadaan Festival Senandung Melayu memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar kompetisi seni. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaga keberadaan budaya Melayu sekaligus memperkenalkannya kepada generasi penerus.


“Senandung Melayu bukan sekadar seni suara. Ia adalah warisan identitas, cerminan nilai kehidupan masyarakat Melayu. Karena itu, melestarikannya bukan hanya tugas para seniman dan lembaga adat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Atan.


Ia menilai perkembangan zaman yang begitu cepat perlu diimbangi dengan penguatan pemahaman generasi muda terhadap budaya daerah. Anak-anak muda Meranti diharapkan tetap mengenal akar budayanya dan memiliki kebanggaan terhadap identitas Melayu.


Pemkab Kepulauan Meranti, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian adat dan kebudayaan daerah.


“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya daerah. Kita ingin budaya Melayu tidak hanya dikenang, tetapi tetap hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.


Kepada para peserta, Atan juga meminta agar festival dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun silaturahmi antarpelajar dan kecintaan terhadap budaya Melayu.


“Jika budaya kita jaga, jati diri akan tetap terpelihara. Jika warisan kita teruskan, Melayu akan tetap hidup sepanjang masa,” ujarnya.


Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Seri Afrizal Cik, menjelaskan bahwa Festival Senandung Melayu merupakan agenda yang rutin dilaksanakan pihaknya.


Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, festival tahun ini memberikan kesempatan kepada kelompok usia yang lebih muda. Sebelumnya, kegiatan tersebut diikuti peserta berusia 50 tahun ke atas.


Menurut Afrizal, perubahan sasaran peserta menjadi pelajar merupakan bagian dari upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk ikut menjaga keberadaan seni Melayu.


“Tahun ini kita memberikan ruang kepada generasi muda pencinta budaya dan seni Melayu untuk terus berkreasi dalam lagu,” kata Afrizal.


Ia menilai hasil perlombaan bukan satu-satunya hal yang penting dalam festival. Keberanian tampil dan pengalaman yang diperoleh peserta juga menjadi modal untuk mengembangkan kemampuan di kemudian hari.


Afrizal pun meminta peserta yang belum memperoleh juara agar tidak patah semangat. Masih banyak ruang bagi mereka untuk mengasah bakat dan mengikuti berbagai kegiatan seni di tingkat yang lebih luas.


“Masih banyak kesempatan dan panggung seni yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujarnya.


Ia menambahkan, lagu Melayu merupakan bagian dari identitas masyarakat Melayu sehingga keberadaannya perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Anak-anak generasi muda pencinta budaya Melayu, pencinta seni Melayu, tetap berkreasi dalam lagu. Menjadi peserta terbaik di sini, tampilkanlah dengan suara-suara emasmu,” pesannya.


Afrizal juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kepulauan Meranti yang memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan LAMR, termasuk Festival Senandung Melayu.


Ketua Umum DPH LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Drs H Taufik Ikram Jamil MHum, menilai Meranti memiliki posisi penting dalam perjalanan perkembangan seni suara Melayu.


Menurutnya, sejarah daerah tersebut tidak terlepas dari lahir dan berkembangnya sejumlah karya serta seniman Melayu. Warisan tersebut, kata Taufik, dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk melahirkan karya-karya baru.


Perkembangan teknologi juga dinilainya dapat dimanfaatkan untuk memperluas kreativitas generasi muda dalam berkesenian.


“Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, tidak mustahil anak-anak kita bisa menguasai lebih kuat dengan pemahaman kepada Melayu ini,” katanya.


Taufik turut menyinggung pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu dalam berkarya selama digunakan dengan tepat dan bertanggung jawab.


“Jangan kita menganggap AI itu masalah. AI itu tergantung kepada kita, dia tergantung pada perintah kita. Salah perintah, salah dia,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa budaya Melayu tidak semestinya hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Nilai dan kekayaan budaya tersebut justru dapat diolah menjadi inspirasi untuk menciptakan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.


“Kita mengolah bukan untuk bernostalgia, tapi mengolah untuk maju ke depan. Dan sesungguhnya apa yang kita lakukan yang bersumber dari akar akan mencapai kepada puncaknya,” kata Taufik.


Festival tersebut turut dihadiri kepala sekolah dan guru pendamping, ketua LAMR kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti, panitia, peserta serta pendukung dari masing-masing sekolah.


Keterlibatan pelajar dalam festival ini menjadi salah satu bentuk regenerasi seni Melayu, sekaligus mempertemukan lembaga adat, pemerintah, sekolah, seniman dan generasi muda dalam upaya menjaga keberlanjutan budaya Melayu di Kepulauan Meranti.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos:
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com