
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan belum ada penambahan korban meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Hingga Sabtu (29/8/2026), jumlah korban meninggal masih tercatat 111 orang. BNPB menyebut angka tersebut tidak berubah sejak 26 Agustus 2026.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan korban meninggal terdiri atas 43,6 persen laki-laki dan 56,4 persen perempuan. Kelompok lansia menjadi korban terbanyak, disusul orang dewasa, anak-anak dan remaja, serta balita dan batita.
Sementara itu, jumlah pengungsi mengalami peningkatan sebanyak 16.394 orang. Kenaikan tersebut terjadi setelah BNPB melakukan pembaruan dan validasi data pengungsi di Kabupaten Ngada.
Sebelumnya, jumlah pengungsi di Ngada tercatat 3.259 orang. Setelah dilakukan validasi, angkanya menjadi 21.552 orang. BNPB menyebut perubahan tersebut terjadi karena data sebelumnya dinilai belum diperbarui dan belum sepenuhnya valid.
Selain korban dan pengungsi, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi. BNPB mencatat sebanyak 9.278 gempa susulan telah mengguncang wilayah NTT sejak gempa utama terjadi.
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1. Sebanyak 153 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
BNPB terus melakukan pemantauan serta pembaruan data terkait dampak gempa. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |