
JAKARTA - China kembali menunjukkan kemajuan teknologi militernya dengan memperkenalkan sistem senjata laser anti-drone portabel bernama Lijian II dan Lijian III dalam sebuah pameran pertahanan di Beijing.
Senjata ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi pertahanan Harbin Xinguang Optic-Electronics Technology dan dirancang khusus untuk menghadapi ancaman drone kecil (UAV) di medan perang modern.
Keunggulan utama sistem Lijian adalah desainnya yang sangat mobile. Tidak seperti sistem laser konvensional yang dipasang di kendaraan atau kapal, Lijian dapat dibongkar menjadi beberapa bagian dan dimasukkan ke dalam ransel.
Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama: yakni pemancar laser, sistem pendingin, sumber daya listrik dan perangkat kontrol genggam.
Dengan desain ini, pasukan infanteri dapat dengan mudah membawa dan mengoperasikan sistem di berbagai medan tempur, termasuk untuk melindungi pangkalan kecil atau objek vital dari serangan drone terbang rendah.
Lijian III dilaporkan memiliki berat sekitar 25 kg, sementara Lijian II sekitar 30 kg. Komponen sistem dibagi menjadi unit-unit ringan agar mudah dipindahkan oleh personel militer.
Meskipun portabel, sistem ini tidak bekerja secara mandiri. Lijian tetap membutuhkan dukungan sensor eksternal untuk mendeteksi target sebelum menembakkan laser ke arah drone.
Dalam struktur pertahanan modern, sistem ini berfungsi sebagai lapisan tambahan yang bekerja bersama sistem anti-pesawat dan perangkat peperangan elektronik.
Salah satu keunggulan utama senjata laser ini adalah biaya operasional yang rendah dibandingkan dengan sistem rudal tradisional. Dengan kemampuan menembak target hingga jarak sekitar 500 meter, Lijian dirancang untuk menjadi solusi efisien menghadapi serangan drone kecil yang semakin sering digunakan dalam konflik modern.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |