
BUKITTINGGI - Pemerintah Kota Bukittinggi sukses menyelenggarakan rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sepanjang Juni 2026. Perayaan bersejarah ini tidak hanya menjadi momentum refleksi satu abad ikon kota, tetapi juga berhasil memperkuat posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Mengusung tema pelestarian sejarah, budaya, literasi, hingga diplomasi internasional, rangkaian kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, budayawan, komunitas, pelaku usaha, perantau, hingga delegasi dari puluhan negara.
Salah satu agenda pembuka adalah International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang menghadirkan peserta internasional. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan budaya dunia melalui seminar, diskusi, pertunjukan seni, parade budaya, hingga forum diplomasi yang memperkenalkan kekayaan Minangkabau ke tingkat global.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyebut peringatan satu abad Jam Gadang bukan sekadar perayaan simbol kota, tetapi juga momentum memperkuat identitas Bukittinggi sebagai kota sejarah, budaya, pendidikan, wisata, dan perjuangan.
Dalam rangkaian seminar nasional, Bukittinggi kembali ditegaskan memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama saat menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada masa Agresi Militer Belanda II.
Sejarawan Prof Anhar Gonggong menilai Bukittinggi memiliki posisi unik dalam sejarah karena menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia di masa krisis.
Dukungan juga datang dari berbagai tokoh nasional, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X serta Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, yang menilai identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu terus diperkuat dan diakui secara luas.
Perayaan 100 Tahun Jam Gadang juga menjadi ajang diplomasi budaya internasional. Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadikan Bukittinggi sebagai pusat pertemuan budaya dunia selama rangkaian acara berlangsung.
Berbagai forum internasional, termasuk seminar sejarah dan literasi, membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, budaya, penelitian, hingga pariwisata.
Perayaan ini mendapat sambutan besar dari masyarakat. Ribuan peserta terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti parade budaya yang melibatkan 1.700 perempuan berbusana Minang dan International Jam Gadang Fun Run yang diikuti sekitar 2.000 peserta.
Selain itu, 100 penyair dunia turut membacakan karya mereka dalam festival literasi, sementara kegiatan penanaman 1.000 pohon menjadi simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Acara puncak turut dimeriahkan Cultural Night dan festival kuliner tradisional gratis yang menyajikan puluhan ribu porsi makanan khas Minangkabau bagi masyarakat dan wisatawan.
Rangkaian kegiatan 100 Tahun Jam Gadang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Bukittinggi. Tingkat kunjungan wisatawan meningkat tajam, yang berdampak langsung pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Lonjakan aktivitas wisata ini turut memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas promosi Bukittinggi sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Perayaan satu abad Jam Gadang menegaskan posisi Bukittinggi sebagai kota yang berhasil memadukan pelestarian sejarah, penguatan budaya, dan pembangunan ekonomi.
Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai dasar penguatan identitas Kota Perjuangan sekaligus pengembangan pariwisata berkelanjutan di masa depan.
“Sejarah bukan untuk dibaca dan dilihat saja, tapi bisa dirasakan oleh penerus kita nanti,” ujar Wali Kota Ramlan Nurmatias.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |