
JAKARTA - Timnas Indonesia kini menempati peringkat 118 dunia dalam ranking FIFA. Posisi tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan skuad Garuda setelah mengalami peningkatan 31 tingkat sejak April 2023.
Peningkatan ranking tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober itu akan menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk mempertahankan tren positif sekaligus mengejar target masuk 100 besar dunia.
FIFA mencatat Indonesia berada di peringkat 118 dunia dalam pembaruan resmi terakhir pada 20 Juli 2026.
Pengamat sepak bola Akmal Marhali menilai FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia dapat menjadi momentum penting bagi skuad Garuda untuk menjaga peningkatan tersebut.
Indonesia sebelumnya berada di peringkat 149 ketika Erick Thohir mulai menjabat Ketua Umum PSSI pada April 2023. Kini, posisi Indonesia telah naik menjadi 118 dunia.
"Ini adalah cermin dari konsistensi prestasi dan kualitas pertandingan yang kita jalani. Dari 149 ke 118 adalah kemajuan, tetapi pekerjaan rumah kita masih besar karena target berikutnya adalah masuk 100 besar dunia," ujar Akmal.
Peningkatan posisi Indonesia tersebut tidak terlepas dari kontribusi tiga pelatih yang menangani Timnas Indonesia dalam periode berbeda, yakni Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman.
Shin Tae-yong membawa Indonesia naik dari peringkat 149 ke posisi 127 selama hampir dua tahun menangani Timnas Indonesia, sejak April 2023 hingga Januari 2025.
Tongkat kepelatihan kemudian beralih kepada Patrick Kluivert. Selama menangani Indonesia pada Januari hingga Oktober 2025, Kluivert membawa posisi Garuda naik dari peringkat 127 menjadi 122.
Setelah itu, John Herdman mengambil alih tim pada Januari 2026. Di bawah pelatih asal Kanada tersebut, peringkat Indonesia kembali meningkat dari posisi 122 menjadi 118 dunia.
Indonesia akan tampil dalam FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober di Jakarta dan Bandung.
Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Bangladesh masuk ke grup tersebut setelah India memutuskan mundur dari turnamen.
Komposisi lawan tersebut membuat setiap pertandingan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk meraih hasil positif sekaligus menjaga posisi di ranking FIFA.
Akmal menjelaskan, sistem ranking FIFA membuat setiap pertandingan internasional memiliki konsekuensi terhadap posisi sebuah negara. Hasil positif dapat memberikan tambahan poin, sedangkan hasil buruk berpotensi mengurangi poin.
Karena itu, pertandingan menghadapi tim dengan peringkat lebih tinggi memiliki arti strategis bagi Indonesia.
Indonesia tidak cukup hanya mengejar kemenangan. PSSI juga dinilai perlu membangun kalender pertandingan internasional dengan lawan-lawan berkualitas agar perkembangan tim dan ranking dapat terus meningkat.
Menurut Akmal, kenaikan ranking Indonesia harus dibaca secara proporsional. Posisi 118 merupakan kemajuan signifikan, tetapi masih ada pekerjaan besar untuk menembus 100 besar dunia.
Ia mendorong PSSI menjadikan tren peningkatan tersebut sebagai dasar untuk menyusun program jangka panjang. Kalender pertandingan berkualitas dan pembinaan yang konsisten dinilai menjadi kunci agar peningkatan ranking tidak bersifat sementara.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi salah satu panggung untuk membuktikan konsistensi tersebut. Jika mampu meraih hasil maksimal, Indonesia berpeluang menjaga momentum peningkatan ranking dan mendekati target 100 besar dunia.
Bagi Timnas Indonesia, posisi 100 besar bukan sekadar angka dalam ranking FIFA. Target tersebut menjadi tolok ukur sejauh mana peningkatan prestasi Garuda dapat dipertahankan secara konsisten dalam jangka panjang.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |