
TEHERAN - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat agar mematuhi kesepakatan damai yang telah ditandatangani kedua negara setelah berakhirnya konflik yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam apabila Washington melanggar isi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi dasar perdamaian antara kedua negara.
Menurut Ghalibaf, Iran siap memberikan respons yang lebih kuat apabila terdapat pelanggaran atau tindakan yang dianggap bertentangan dengan isi kesepakatan.
"Iran tidak akan ragu memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran atau tuntutan berlebihan yang dilakukan pihak lawan," ujar Ghalibaf dalam pernyataannya melalui media sosial.
Ia juga menyinggung dinamika konflik sebelumnya yang menurutnya telah menunjukkan kemampuan Iran dalam menghadapi tekanan dari pihak luar. Karena itu, Teheran mengingatkan agar kesepakatan yang telah dicapai dihormati oleh seluruh pihak.
Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat ditandatangani setelah serangkaian perundingan yang berlangsung di sela agenda internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah menyetujui dokumen tersebut sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dan meredakan ketegangan di kawasan.
Pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa dokumen kesepakatan telah ditandatangani oleh kedua kepala negara melalui mekanisme elektronik. Setelah penandatanganan selesai, fokus kedua pihak kini beralih pada implementasi dan pelaksanaan isi perjanjian.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa tahap berikutnya adalah memastikan seluruh poin dalam kesepakatan dijalankan sesuai komitmen yang telah disetujui.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengaitkan pentingnya perdamaian dengan stabilitas pasokan energi global. Menurutnya, konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia dan memicu ketidakpastian ekonomi internasional.
Kesepakatan damai ini diharapkan menjadi langkah awal normalisasi hubungan kedua negara setelah periode ketegangan yang berdampak luas terhadap keamanan kawasan dan pasar energi global.
Meski demikian, pernyataan keras dari pejabat tinggi Iran menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan antara kedua pihak masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan perjanjian tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |