ESC : ( Tutup Form )

China Tuduh Jepang Lakukan Pengawasan Provokatif Saat Latihan Kapal Induk Liaoning di Pasifik


Jumat, 26  Juni  2026 - 05:58 WIB

China Tuduh Jepang Lakukan Pengawasan Provokatif Saat Latihan Kapal Induk Liaoning di Pasifik
Foto Berita

BEIJING - Hubungan China dan Jepang kembali menjadi sorotan setelah Beijing melayangkan kritik terhadap aktivitas pengawasan yang dilakukan Jepang selama latihan militer armada kapal induk Liaoning di kawasan Pasifik Barat.


Pemerintah China menilai tindakan kapal dan pesawat militer Jepang selama latihan tersebut bersifat provokatif dan berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan.


Menurut laporan media pemerintah China, armada kapal induk Liaoning telah menyelesaikan latihan laut jarak jauh yang berlangsung lebih dari 40 hari sebelum kembali ke pangkalan pada awal pekan ini. Selama operasi berlangsung, kapal serta pesawat Jepang disebut beberapa kali melakukan pemantauan dari jarak dekat terhadap aktivitas armada China.


Dalam pernyataannya, media pemerintah China menyebut kelompok tempur kapal induk Liaoning tetap menjalankan operasi dengan tingkat kewaspadaan tinggi serta merespons seluruh aktivitas pemantauan yang dilakukan pihak Jepang secara profesional.


Rekaman yang dipublikasikan media China juga memperlihatkan keberadaan kapal perusak dan pesawat patroli Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang beroperasi di sekitar area latihan armada China.


Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi bahwa pihaknya memang melakukan pemantauan terhadap pergerakan kapal induk Liaoning beserta kapal pengawalnya. Pemantauan dilakukan ketika armada tersebut melintasi Selat Miyako menuju Laut China Timur.


Pemerintah Jepang hingga kini belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait tuduhan yang disampaikan Beijing. Namun, Tokyo selama ini menyatakan pengawasan terhadap aktivitas militer di kawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan nasional dan stabilitas regional.


Ketegangan antara kedua negara juga dipengaruhi isu Taiwan yang masih menjadi salah satu titik sensitif dalam hubungan Beijing dan Tokyo. China menegaskan Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya, sementara sejumlah pernyataan pejabat Jepang terkait kemungkinan krisis di Selat Taiwan sebelumnya memicu reaksi keras dari Beijing.


Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas militer China di Pasifik Barat dan Laut China Timur terus menjadi perhatian Jepang. Tokyo khawatir interaksi jarak dekat antara kapal maupun pesawat militer kedua negara dapat meningkatkan risiko salah perhitungan yang berpotensi memicu insiden keamanan.


Analis menilai komunikasi militer yang efektif antara kedua negara menjadi faktor penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pertahanan dan latihan militer di kawasan Asia Timur.


Meski situasi belum mengarah pada konflik terbuka, perkembangan terbaru menunjukkan hubungan keamanan antara China dan Jepang masih diwarnai ketidakpercayaan serta persaingan strategis yang cukup tinggi.

Editor: Lukman Hakim
  • BERITA TERKAIT

kabarsurya.com di bawah naungan PT. Raja Inti Media merupakan media nasional dalam pemberitaan online yang berkomitmen menyajikan informasi secara cepat, akurat, dan terpercaya dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional. Mengusung tagline "Hadir Tanpa Batas" untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan berita faktual, informatif dan berimbang. Menyajikan berbagai topik berita, mulai dari peristiwa nasional, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, hingga gaya hidup dan teknologi. Setiap informasi yang dipublikasikan melalui proses verifikasi untuk memastikan keakuratan dan kualitas berita yang diterima oleh pembaca.

Contact Us


Alamat : Jl. Amanah Perhentian Marpoyan
Kode Pos: 28284
WhatsApp: 082173544002
Email: admin@kabarsurya.com