
CANBERRA - Badan intelijen keamanan Australia (ASIO) memperingatkan adanya potensi ancaman teror yang diduga melibatkan jaringan terkait Iran di wilayah Australia.
Peringatan tersebut disampaikan Direktur Jenderal ASIO, Mike Burgess, setelah lembaganya mengidentifikasi dugaan rencana serangan menggunakan bom molotov di Sydney serta aktivitas jaringan yang terhubung dengan kelompok militer Iran di luar negeri.
Menurut ASIO, ancaman tersebut tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berkaitan dengan jaringan internasional yang memiliki keterhubungan dengan Garda Revolusi Iran.
ASIO menyebut seorang individu yang pernah tinggal di Australia dan memiliki keterkaitan dengan Iran diduga berperan dalam perencanaan serangan.
Laporan intelijen juga mengindikasikan adanya penggunaan jaringan kriminal lintas negara untuk mendukung aktivitas tersebut, termasuk keterkaitan dengan kelompok milisi di kawasan Timur Tengah.
Kepala ASIO Mike Burgess menegaskan bahwa pihaknya telah memantau ancaman tersebut secara ketat dan menggagalkan sejumlah rencana serangan dalam beberapa tahun terakhir.
“Beberapa jaringan ini bersifat kompleks dan bekerja lintas negara. Kami melihat adanya pola ancaman yang terus berkembang,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Canberra.
ASIO menegaskan bahwa Australia masih menjadi salah satu target potensial dalam lanskap ancaman keamanan global, terutama terkait aktivitas ekstremisme dan radikalisasi daring.
Lembaga tersebut juga mencatat bahwa proses radikalisasi kini semakin cepat terjadi melalui ruang digital, sehingga memperumit upaya deteksi dini.
Pemerintah Australia sebelumnya juga telah mengambil langkah diplomatik, termasuk tindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dengan insiden keamanan yang melibatkan jaringan asing.
Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait tudingan terbaru tersebut.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | 28284 |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |