
JAKARTA - Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 kembali digelar untuk mempertemukan industri pariwisata Indonesia dengan pasar internasional. Pameran perdagangan pariwisata berbasis business to business (B2B) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15-17 Oktober 2026 di Grand Ballroom Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, WITF diinisiasi Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bersama Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ajang ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha pariwisata dalam negeri dengan pembeli dan pengambil keputusan dari berbagai negara. Penyelenggara menargetkan lebih dari 300 buyers internasional dan domestik yang berasal dari 35 negara.
Ketua Umum GIPI Hariyadi BS Sukamdani mengatakan pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi destinasi dan produk wisata Indonesia ke pasar global.
Menurutnya, WITF tahun ini juga akan diikuti pelaku industri dari berbagai daerah serta corporate buyers. Keterlibatan tersebut diharapkan memperluas peluang transaksi dan kerja sama di sektor perjalanan wisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata tetap menunjukkan pertumbuhan meski industri global menghadapi dinamika geopolitik.
Hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tercatat mencapai 8,98 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, devisa pariwisata pada semester pertama 2026 disebut mencapai 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun.
Pemerintah, kata Widiyanti, tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan. Pengembangan quality tourism juga menjadi perhatian agar produk dan pengalaman wisata dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Salah satu sektor yang dikembangkan adalah wisata bahari, termasuk perjalanan menggunakan yacht, kapal pesiar, dan aktivitas menyelam.
“Yang kita dorong bukan hanya bagaimana mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana menghubungkan produk yang kita miliki dengan pasar yang tepat,” ujar Widiyanti dalam konferensi pers WITF di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Kementerian Pariwisata juga akan menghadirkan Booth Wonderful Indonesia selama penyelenggaraan WITF. Selain itu, program familiarization trip atau fam trip akan kembali dilakukan untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada calon pasar.
Program tersebut menargetkan 30 peserta yang berasal dari sejumlah pasar potensial, di antaranya Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Arab Saudi, Oman, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Ethiopia.
GIPI menyebut keterlibatan berbagai asosiasi dan sektor pendukung menjadi bagian dari ekosistem WITF. Sebanyak 25 asosiasi pariwisata berada di bawah naungan GIPI, dengan dukungan dari sektor transportasi dan perbankan.
Indonesia juga dinilai memiliki karakteristik tersendiri di kawasan Asia Tenggara karena secara konsisten mengembangkan pameran B2B yang berorientasi pada pasar wisatawan mancanegara.
Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata mengatakan Jakarta memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Selain berstatus sebagai tuan rumah, Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Indonesia sekaligus pusat aktivitas bisnis dan ekonomi.
WITF 2026 disebut akan menghadirkan berbagai unsur industri pariwisata, mulai dari operator tur, agen perjalanan, hotel, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, taman hiburan, restoran, hingga sektor wellness.
Budi mengatakan konsep WITF diarahkan bukan sekadar menjadi pameran, melainkan pasar pariwisata yang mempertemukan produk destinasi Indonesia dengan calon pembeli dari luar negeri.
Rangkaian business matching antara international buyers dan pelaku usaha domestik akan menjadi salah satu agenda utama.
Melalui pertemuan bisnis tersebut, penyelenggara berharap tercipta kerja sama baru sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk pariwisata Indonesia di pasar internasional.
Penyelenggaraan WITF 2026 juga menjadi bagian dari momentum menuju peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Kota ini diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu simpul pertemuan antara industri pariwisata Indonesia dan pasar global.
| Alamat | : | Jl. Amanah Perhentian Marpoyan |
| Kode Pos | : | |
| : | 082173544002 | |
| : | admin@kabarsurya.com |